Mengupas Sejarah Togel Pasca Kemerdekaan Indonesia

Sejak kemerdekaan Indonesia, permainan togel tidak tidak sedikit mendapat perhatian dari pemerintah. Permainan yang menggunakan taruhan ini dipandang sebagai permainan yang memiliki dampak negatif dan merugikan. Indonesia yang ketika tersebut baru merdeka memiliki tujuan untuk memperbaiki segala hal. Di bawah kepeminpinan Soekarno, permainan togel dilarang untuk beredar. Pada masa itu, permainan ini dialami merusak moral bangsa sehingga harus dihapuskan. Melalui peraturan Keppres No. 114 tahun 1965 yang menyatakan bahwa segala bentuk perjudian lotere dialami ilegal karena dialami merusak “moral anak bangsa”. Kebijakan ini kemudian membuat tidak sedikit lokasi tinggal judi yang dipaksa tutup. Soekarno sangat tidak menginginkan adanya permainan judi dan togel beredar di masyarakat. Meski demikian, masyarakat kala itu tetap memainkan togel dengan kiat sembunyi-sembunyi.

Tak lama setelah Soekarno turun dari jabatan presiden, pemerintahan dipegang oleh Soeharto. Masa kepemimpinan Soeharto menyimpan tidak sedikit kepandaian yang cukup koontroversial, salah satunya merupakan pelegalan judi dan bandar togel. Pada masa itu, Soeharto melalui kebijakannya membuat masyarakat boleh bermain togel melalui kupon undian. Togel kembali dimainkan dan sistemnya diatur oleh pemerintah seperti dan Pemda, dan pemerintah pusat. Namun di era ini togel tidak terdengar sebagai permainan judi. Meski sifatnya sama, togel dijalankan bukan sebagai lotere, tetapi kupon olahraga berhadiah yang berlisensi dari pemerintah. Kebijakan ini cukup menuai kritik dari pihak yang tidak setuju dengan segala jenis perjudian. Meski menerima sekian tidak sedikit pendapat kontra, kecerdikan ini dilangsungkan dalam kurun waktu yang cukup lama.

Undian kupon yang berlaku pada masa itu merupakan SDSB atau sumbangan dermawan sumbangan berhadiah. Di samping itu, ada juga undian porkas. Keduanya memiliki kesamaan, yaitu mengerjakan pembelian kupon undian dan bisa mendapatkan hadiah dari kupon tersebut. Kebijakan ini muncul lantaran negara memerlukan duit yang lumayan besar dalam penanganan sosial dan olahraga. Togel yang beredar pada masa tersebut memiliki peminat yang cukup tinggi hingga ke sekian tidak sedikit pelosok daerah. Keuntungan yang diperoleh dari adanya kecerdikan ini sangatlah banyak. Pemerintah bisa meraup deviden | laba dari togel ini hingga miliaran rupiah. Distribusi deviden | laba togel yang ketika tersebut beredar kemudian diserahkan kepada bidang sosial, olahraga, dan sebanyak departemen lain.